Kamis, 10 Maret 2016

Akuntansi keuangan dan standar akuntansi keuangan



AKUNTANSI KEUANGAN DAN
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
A.  Dari segi fungsinya akuntansi merupakan:
1.    Suatu aktivitas penyediaan jasa
   Akuntansi memberikan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan (Stakeholders), untuk membantu dalam membuat keputusan ekonomik yang menyangkut perusahan tersebut

2.    Suatu system informasi
   Akuntansi melakukan pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan yang kemudian dikomunikasikan kepada stakeholders agar dapat dipakai dalam pengambilan keputusan  yang menyangkut perusahaan

3.    Suatu kegiatan deskriptif-analisis
  Akuntansi mengidentifikasikan berbagai transaksi ekonomik dalam suatu perusahaan melalui tahap: (a) Pengukuran (b) Pencatatan (c) penggolongan dan (d) peringkasan , sehingga hanya informasi yang relevan dan saling berhubungan , dan mampu memberikan secara layak tentang keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan yang diintregasikan dan disajikan dalam laporan keuangan.
a.    Akuntansi Keuangan (Financial Accounting):
Berfokus pada pengembangan dan komunikasi informasi keuangan kepada pemakai eksternal (Laporan keuangan yang disajikan biasanya lebih ringkas).
b.    Akuntansi Manajemen (Management Accounting):
Terutama berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pemakai internal.

B.  Pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan :
1.    Pihak Internal, Yaitu manajemen (stewardship):
Memiliki kendali terhadap sistem akuntansi dan dapat menentukan informasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana informasi itu dilaporkan.
2.    Pihak Eksternal: Kreditor daninvestor
Kreditor membutuhkan informasi tentang profitabilitas dan stabilitas perusahaan dalam kaitannya dengan pertanyaan, apakah kita akan meminjamkan uang?
3.    Investor (pemegang saham atau investor potensial) membutuhkan informasi yang berhunbungan dengan keamanan dan profitabilitas dari investasi mereka.
laporan keuangan terdiri dari :
a.    Neraca
Laporan tentang posisi keuangan perusahaan, yang terdiri dari harta, utang dan modal pada suatu tanggal tertentu
b.    Rugi-Laba
Laporan hasil usaha perusahaan dalam jangka waktu tertentu, yang terdiri dari penghasilan dari penjualan utama, sampingan, luar biasa dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan tersebut.
c.     Laporan perubahan posisi keuangan
Laporan tentang arus kas atau arus dana yang biasanya diartikan sebagai modal kerja dan pos-pos penggunaan dana tersebut selama jangka waktu tertentu
4.    Laporan keuangan kelompok kedua berupa laporan perubahan laba ditahan yaitu laporan tentang perubahan modal selama jangka waktu tertentu yang meliputi saldo awal, perubahan modal dan saldo akhir.
C.  Tujuan Laporan keuangan :
1.    Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja setiap perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomik
2.    Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi keuangan yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan
3.    Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
4.    Memberikan pengungkapan mengenai informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan, misalnya informasi mengenai kebijakan kauntansi yang diatur perusahaan, seperti penentuan metode depresiasi dan penilaian persediaan.

LAPORAN LABA RUGI KOMPHERENSIF
DAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
        Pengambilan keputusan sehubungan dengan laporan keuangan selalu memperhatikan ukuran keberhasilan perusahaan dalam pemakaian sumber daya yg digunakan dalam operasi
A.      Pendekatan Transaksi
    
Laba dengan pendekatan transaksi berfokus pada kejadian ekonomis yg mempengaruhi element tertentu pada laporan keuangan, yaitu pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian
    
Laba diukur sebagai perbedaan aliran masuk sumber daya (pendapatan dan keuntungan) dan aliran keluar (beban dan kerugian).
    
Pendekatan transaksi memberikan rincian yang dapat membantu memprediksi arus kas masa depan.

B.       Revenue and Gain Recognition
       Revenue:  Arus kas masuk atau peningkatan lain dari aktiva suatu entitas atau pelunasan kewajibannya dari penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa atau aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar atau usaha utama yang sedang dilakukan entitas tersebut
       Expense: Arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva atau timbulnya kewajiban dari penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa atau pelaksanaan aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar atau usaha utama yg sdg dilakukan entitas tersebut
       Gain:  Peningkatan dalam ekuitas (aktiva bersih) dari transaksi sampingan atau transaksi yang terjadi sesekali dari suatu entitas dan dari semua transaksi, kejadian dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut, kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi pemilik
       Loss:  Penurunan dalam ekuitas (aktiva bersih) dari transaksi sampingan atau transaksi yang terjadi sesekali dari suatu entitas dan dari semua transaks, kejadian dan kondisi lainnya yg mempengaruhi entitas tersebut, kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi pemilik.


C.  Laba dari operasi berkelanjutan
1.    Revenue
2.    Harga Pokok Penjualan
3.    Beban Operasional
4.    Pendapatan dan keuntungan lain
5.    Beban dan kerugian lain
6.    Pajak penghasilan atas operasi berkelanjutan

D.  Pendapatan dari operasi berkelanjutan
1.    Laba kotor            : pendapatan-HPP
2.    laba operasional    : laba kotor-beban operasional

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
DAN NERACA LAJUR
A.  Tujuan Utama Evaluasi  Akhir Periode
1.      Mengetahui kondisi keuangan perusahaan di masa sekarang
2.      Memprediksi keberlanjutan bisnis perusahaan di masa datang
3.      Mengetahui perubahan modal
4.      Mengevaluasi sumberdaya utama perusahaan dalam mengembangkan bisnis perusahaan di masa datang.

B.  Tahap penyusunan laporan keuangan pada akhir periode
1.         Pembuata n Neraca Saldo
2.         Pencatatan Jurnal Penyesuaian
3.         Pembuatan Neraca Saldo Setelah Jurnal Penyesuaian
4.         Penghitungan L/R dan Pembuatan Laporan L/R
5.         Pencatatan Jurnal Penutup
6.         Pembuatan Lap. Perubahan Modal, Neraca & Lap Arus Kas
7.         Pencatatan Jurnal Pembalik

C.  Pencatatan Jurnal Pembalik
1.        Disebut juga kertas kerja (worksheet)
2.         Sebagai alat bantu penyusunan LK
3.         Terdiri dari kolom-kolom
4.         Setiap kolom terdiri dari 1 set:
      Kolom Debet
      Kolom Kredit
Total nilai rupiah kolom Debet = Total nilai rupiah Kredit
D.  Neraca lajur 12 kolom
1.    Terdiri dari 6 set kolom yang disusun berurutan sbb:
2.    Kolom neraca saldo
3.    Kolom jurnal penyesuaian
4.    Kolom neraca saldo setelah penyesuaian
5.    Kolom laba/rugi
6.    Kolom jurnal penutup
7.    Kolom neraca
Yang membedakan antara neraca lajur 10 kolom dan neraca lajur 12 kolom adalah dibuatnya kolom Jurnal Penutup.

LAPORAN KEUANGAN DAN KAS
A.  Laporan keuangan
menurut standar akuntansi keuangan :
Laporan Keuangan adalah Laporan yang meliputi Neraca, Laba/Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Laporan Arus Kas & Laporan Arus Dana) dan Catatan atas Laporan Keuangan, Laporan lain  serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari Laporan Keuangan.
Tujuan Laporan Keuangan adalah menyediakan informasi keuangan yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu badan usaha yang dipergunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan didalam keputusan ekonomi.
Informasi keuangan akan bermanfaat bila dipenuhi ketujuh kualitas :
1.         Relevan
2.         Dapat dimengerti
3.         Daya uji
4.         Netral
5.         Tepat waktu
6.         Daya banding
7.         Lengkap

B.  Konsep dasar yang mendasari penyusunan prinsip akuntansi
1.    Prinsip biaya historis (historical cost principle)
     
prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetujui oleh kedua belah pihak yang tersangkut dalam transaksi.
2.    Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)
     
pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas isitilah pendapatan dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, di mana di dalam pendapatan termasuk juga pendapatan bunga, sewa, laba penjualan aktiva dan lain-lain.
3.    Prinsip mempertemukan (matching principle)
      
prinsip mempertemukan adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan.
4.    Prinsip konsistensi (consistency principle)
      
tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menunjukkan keadaan keuangan dan hasil kegiatan perusahaan dalam satu periode akuntansi. Agar tujuan tersebut tercapai, haruslah dipilih metode-metode dan prosedur-prosedur akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan.
5.    Prinsip pengungkapan lengkap (full disclousure principle)
      
prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan.




C.  Kas
1.    Pengertian Kas :
Yaitu aktiva yang dimiliki & digunakan pada hampir semua perusahaan yang meliputi uang tunai (uang kertas ataupun uang logam) & kertas-kertas berharga yang dapat disamakan dengan uang, serta simpanan di bank yang dapat digunakan sewaktu-waktu (misal : Rek. Giro).
2.    Komposisi Kas :
Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang, setoran ke bank, serta simpanan dalam bank atau tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu.
3.    Definisi Kas kecil :
Yaitu kas yang dibentuk perusahaan utk melakukan pembayaran / pengeluaran yang relatif kecil jumlahnya, seperti : by. Pos, telegram dsb.


INSTRUMEN KEUANGAN, KAS DAN PIUTANG
Kas dan piutang adalah asset keuangan dan disebut instrumen keuangan atau liabilitas keuangan.
Standar yang mengatur :
1.    PSAK 50 Instrumen keuangan :Penyajian  Revisi 2010
2.    PSAK 55 Instrumen keuangan : Pengakuan dan Penilaian Revisi 2010
3.    Psak 60 Instrumen Keuangan : Pengungkapan ()revisi 2010
A.   Asset keuangan terdiri dari :
1.    Kas, baik dalam perusahaan maupun di bank.
2.    Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas lain. Biasanya dalam bentuk investasi dalam saham.
3.    Hak Kontraktual
Aset yang tidak berwujud. Nilai dari aset ini tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang.
Contoh asset keuangan :
a.    Pinjaman / kredit yang diberikan oleh bank pada perusahaan atau perorangan
b.    ORI (Obligasi Ritel Republik Indonesia) oleh Bank Indonesia
c.    Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan
d.   Saham biasa yang diterbitkan oleh PT Telkom
e.    Saham Preferen

B.  Entitas dapat menghentikan keuangan jika :
1.    Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir.
2.    Entitas mentransm fer aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian pengakuan.
C.  Referensi menghentikan bunga pasar
1.    Referensi yang digunakan dalam menentukan tingkat bunga pasar adalah suku bunga yang berlaku untuk piutang serupa dipasar.
2.    Biasanya suku bunga Risk Free ditambah risk premium.
3.    Asumsinya: jika uang tersebut diterima, entitas dapat memperoleh return sebesar return yang diharapkan.
4.    Untuk piutang yang memiliki nilai wajar seperti wesel tagih, entitas dapat menggunakan nilai wajar pada saat pengukuran awal dan menggunakan pengukuran secara konsisten menggunakan nilai wajar.
5.    Namun jika tidak menggunakan nilai wajar saat pengakuan awal maka pada saat pengakuan selanjutnya tidak boleh menggunakan nilai wajar.
6.    Keuntungan/kerugian akibat perubahan nilai wajar piutang disajikan dalam laporan laba rugi.
7.    Perubahan nilai wajar tersebut mencerminkan tingkat bunga yang sebenarnya belum tercatat sehingga dilaporkan dalam laba rugi.
D.  Penyebab perbedaan saldo bank dengan saldo perusahaan
1.    Penerimaan dilakukan oleh bank, belum diketahui oleh entitas.
Misalnya: pelanggan melakukan pelunasan piutang dengan transfer ke rekening bank, namun belum diberitahukan ke entitas. Maka penerimaan ini harus ditambahkan ke saldo kas entitas, jurnal penyesuaiannya dengan mendebit kas dan mengkredit piutang usaha/pendapatan (tergantung transaksinya)
2.    Penerimaan yang diketahui oleh entitas tapi belum disetor oleh entitas atau sudah disetor tapi belum terlihat dalam rekening koran bank.
Misalnya: setoran tanggal 31 Januari baru terlihat di rekening koran bank tanggal 1 Februari atau bulan februari. Penerimaan ini harus ditambahkan ke dalam rekening bank, karena kas tersebut sudah menjadi hak entitas. Penerimaan ini sudah dicatat entitas dan tidak perlu lagi jurnal penyesuaian 
3.    Pengeluaran yang dilakukan  oleh bank tapi belum namun belum diketahui oleh entitas. Seperti beban adminstrasi bank, pembayaran angsuran, telepon yang dilakukan dengan auto debet dari rekening bank. Pengeluaran ini harus dikurangkan dari saldo kas entitas. Jurnal penyesuaiannya dengan mendebit beban administrasi dan mengkredit kas.
4.    Pengeluaran yang dilakukan oleh entitas tetapi belum diambil oleh pemegang cek. Entitas melakukan pengeluaran dengan mengeluarkan cek, tetapi pemegang cek belum mencairkan cek tersebut. Cek tersebut disebut cek beredar atau out standing cek. Cek ini menunjukkan kas bukan lagi milik entitas. Saldo kas dalam rekening bank harus dikurangkan sejumlah cek yang masih beredar untuk mendapatkan saldo kas entitas yang sebenarnya. Tidak perlu dibuat penyesuaian karena entitas telah mencatat transaksi ini
5.    Kesalahan mencatat baik oleh bank maupun entitas. Jika terdapat perbedaan nilai transaksi dengan bukti yang sama, maka harus ditelusuri pihak mana yang melakukan kesalahan. Jika kesalahan tersebut dilakukan oleh entitas maka dibuat jurnal penyesuaian untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jika kesalahan dilakukan oleh bank maka entitas harus melaporkannya kebank sehingga bank dapat menindaklanjuti dengan melakukan koreksi atas kesalahan tersebut.

E.  Rekonsiliasi bank
Rekonsiliasi digunakan untuk kas yang ada dibank,dilakukan setiap akhir periode.
Tujuan Rekonsiliasi Bank :
1.    Untuk mencocokkan antara pencatatan di perusahaan dengan pencatatan yang dilakukan oleh bank yang mengelola uang perusahaan.
2.    Rekonsiliasi dapat mengurangi potensi timbulnya kesalahan pencatatan dan potensi hilangnya uang perusahaan.
3.    Namun untuk tujuan pengendalian, rekonsiliasi dapat dilakukan setiap bulan.






F.   Setara kas  (kas ekuivalen) PSAK 2
Setara kas termasuk kategori instrumen keuangan. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid.
Agar dapat diklasifikasikan dalam setara kas harus memenuhi karateristik:
Dapat dikonversi menjadi kas pada jumlah tertentu tanpa risiko perubahan nilai dan jatuh temponya sangat dekat.
Contoh setara kas :
1.      Deposito dengan jangka waktu kurang dari tiga bulan serta tidak dijaminkan. Dan  instrumen pasar uang yang diperoleh dan akan dicairkan dalam jangka waktu kurang dari tiga bulan.
2.      Saham tidak termasuk dalam instrumen keuangan, karena saat dijual tidak diketahui jumlah kas yang akan diterima saat dijual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar