AKUNTANSI
KEUANGAN DAN
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
A.
Dari segi fungsinya akuntansi merupakan:
1. Suatu aktivitas penyediaan jasa
Akuntansi memberikan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan (Stakeholders), untuk membantu dalam membuat keputusan ekonomik yang menyangkut perusahan tersebut
Akuntansi memberikan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan (Stakeholders), untuk membantu dalam membuat keputusan ekonomik yang menyangkut perusahan tersebut
2. Suatu system informasi
Akuntansi melakukan pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan yang kemudian dikomunikasikan kepada stakeholders agar dapat dipakai dalam pengambilan keputusan yang menyangkut perusahaan
Akuntansi melakukan pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan yang kemudian dikomunikasikan kepada stakeholders agar dapat dipakai dalam pengambilan keputusan yang menyangkut perusahaan
3.
Suatu kegiatan deskriptif-analisis
Akuntansi mengidentifikasikan berbagai transaksi ekonomik dalam suatu perusahaan melalui tahap: (a) Pengukuran (b) Pencatatan (c) penggolongan dan (d) peringkasan , sehingga hanya informasi yang relevan dan saling berhubungan , dan mampu memberikan secara layak tentang keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan yang diintregasikan dan disajikan dalam laporan keuangan.
Akuntansi mengidentifikasikan berbagai transaksi ekonomik dalam suatu perusahaan melalui tahap: (a) Pengukuran (b) Pencatatan (c) penggolongan dan (d) peringkasan , sehingga hanya informasi yang relevan dan saling berhubungan , dan mampu memberikan secara layak tentang keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan yang diintregasikan dan disajikan dalam laporan keuangan.
a. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting):
Berfokus pada pengembangan dan komunikasi informasi keuangan kepada pemakai eksternal (Laporan keuangan yang disajikan biasanya lebih ringkas).
Berfokus pada pengembangan dan komunikasi informasi keuangan kepada pemakai eksternal (Laporan keuangan yang disajikan biasanya lebih ringkas).
b. Akuntansi Manajemen (Management Accounting):
Terutama berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pemakai internal.
Terutama berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pemakai internal.
B.
Pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan :
1. Pihak Internal, Yaitu manajemen (stewardship):
Memiliki kendali terhadap sistem akuntansi dan dapat menentukan informasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana informasi itu dilaporkan.
Memiliki kendali terhadap sistem akuntansi dan dapat menentukan informasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana informasi itu dilaporkan.
2. Pihak Eksternal: Kreditor daninvestor
Kreditor membutuhkan informasi tentang profitabilitas dan stabilitas perusahaan dalam kaitannya dengan pertanyaan, apakah kita akan meminjamkan uang?
Kreditor membutuhkan informasi tentang profitabilitas dan stabilitas perusahaan dalam kaitannya dengan pertanyaan, apakah kita akan meminjamkan uang?
3. Investor (pemegang saham atau investor
potensial) membutuhkan informasi yang
berhunbungan dengan keamanan dan profitabilitas dari investasi mereka.
laporan keuangan terdiri dari :
laporan keuangan terdiri dari :
a. Neraca
Laporan tentang posisi keuangan perusahaan, yang terdiri dari harta, utang dan modal pada suatu tanggal tertentu
Laporan tentang posisi keuangan perusahaan, yang terdiri dari harta, utang dan modal pada suatu tanggal tertentu
b. Rugi-Laba
Laporan hasil usaha perusahaan dalam jangka waktu tertentu, yang terdiri dari penghasilan dari penjualan utama, sampingan, luar biasa dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan tersebut.
Laporan hasil usaha perusahaan dalam jangka waktu tertentu, yang terdiri dari penghasilan dari penjualan utama, sampingan, luar biasa dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan tersebut.
c. Laporan perubahan posisi keuangan
Laporan tentang arus kas atau arus dana yang biasanya diartikan sebagai modal kerja dan pos-pos penggunaan dana tersebut selama jangka waktu tertentu
Laporan tentang arus kas atau arus dana yang biasanya diartikan sebagai modal kerja dan pos-pos penggunaan dana tersebut selama jangka waktu tertentu
4. Laporan keuangan kelompok kedua berupa
laporan perubahan laba ditahan yaitu laporan tentang perubahan modal selama
jangka waktu tertentu yang meliputi saldo awal, perubahan modal dan saldo akhir.
C.
Tujuan Laporan keuangan :
1. Menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja setiap perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomik
2. Memenuhi kebutuhan bersama sebagian
besar pemakai. Namun demikian laporan keuangan tidak menyediakan semua
informasi keuangan yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan
ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa
lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan
3. Menunjukkan apa yang telah dilakukan
manajemen, atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan
kepadanya.
4. Memberikan pengungkapan mengenai
informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan, misalnya informasi
mengenai kebijakan kauntansi yang diatur perusahaan, seperti penentuan metode
depresiasi dan penilaian persediaan.
LAPORAN
LABA RUGI KOMPHERENSIF
DAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
DAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Pengambilan keputusan sehubungan dengan
laporan keuangan selalu memperhatikan ukuran keberhasilan perusahaan dalam
pemakaian sumber daya yg digunakan dalam operasi
A.
Pendekatan Transaksi
Laba dengan pendekatan transaksi berfokus pada kejadian ekonomis yg mempengaruhi element tertentu pada laporan keuangan, yaitu pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian
Laba diukur sebagai perbedaan aliran masuk sumber daya (pendapatan dan keuntungan) dan aliran keluar (beban dan kerugian).
Pendekatan transaksi memberikan rincian yang dapat membantu memprediksi arus kas masa depan.
Laba dengan pendekatan transaksi berfokus pada kejadian ekonomis yg mempengaruhi element tertentu pada laporan keuangan, yaitu pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian
Laba diukur sebagai perbedaan aliran masuk sumber daya (pendapatan dan keuntungan) dan aliran keluar (beban dan kerugian).
Pendekatan transaksi memberikan rincian yang dapat membantu memprediksi arus kas masa depan.
B. Revenue and Gain Recognition
• Revenue: Arus kas masuk atau peningkatan lain dari
aktiva suatu entitas atau pelunasan kewajibannya dari penyerahan atau produksi
suatu barang, pemberian jasa atau aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar
atau usaha utama yang sedang dilakukan entitas tersebut
• Expense:
Arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva atau timbulnya kewajiban dari
penyerahan atau produksi suatu barang, pemberian jasa atau pelaksanaan
aktivitas lain yang merupakan usaha terbesar atau usaha utama yg sdg dilakukan
entitas tersebut
• Gain: Peningkatan dalam ekuitas (aktiva bersih) dari
transaksi sampingan atau transaksi yang terjadi sesekali dari suatu entitas dan
dari semua transaksi, kejadian dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas
tersebut, kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi pemilik
• Loss: Penurunan dalam ekuitas (aktiva bersih) dari
transaksi sampingan atau transaksi yang terjadi sesekali dari suatu entitas dan
dari semua transaks, kejadian dan kondisi lainnya yg mempengaruhi entitas
tersebut, kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi pemilik.
C.
Laba dari operasi berkelanjutan
1. Revenue
2. Harga Pokok Penjualan
3. Beban Operasional
4. Pendapatan dan keuntungan lain
5. Beban dan kerugian lain
6. Pajak penghasilan atas operasi
berkelanjutan
D.
Pendapatan dari operasi berkelanjutan
1. Laba kotor : pendapatan-HPP
2. laba operasional : laba kotor-beban
operasional
PENYUSUNAN
LAPORAN KEUANGAN
DAN NERACA LAJUR
DAN NERACA LAJUR
A.
Tujuan Utama Evaluasi
Akhir Periode
1. Mengetahui kondisi keuangan perusahaan di masa sekarang
2. Memprediksi keberlanjutan bisnis perusahaan di masa
datang
3. Mengetahui perubahan modal
4. Mengevaluasi sumberdaya utama perusahaan dalam
mengembangkan bisnis perusahaan di masa datang.
B. Tahap penyusunan laporan keuangan pada
akhir periode
1.
Pembuata n Neraca Saldo
2.
Pencatatan Jurnal Penyesuaian
3.
Pembuatan Neraca Saldo Setelah Jurnal Penyesuaian
4.
Penghitungan L/R dan Pembuatan Laporan L/R
5.
Pencatatan Jurnal Penutup
6.
Pembuatan Lap. Perubahan Modal, Neraca & Lap Arus Kas
7.
Pencatatan Jurnal Pembalik
C. Pencatatan Jurnal Pembalik
1.
Disebut juga kertas kerja (worksheet)
2.
Sebagai alat bantu penyusunan LK
3.
Terdiri dari kolom-kolom
4.
Setiap kolom terdiri dari 1 set:
›
Kolom Debet
›
Kolom Kredit
Total nilai rupiah kolom Debet = Total nilai rupiah
Kredit
D. Neraca lajur 12 kolom
1.
Terdiri dari 6 set kolom yang disusun berurutan
sbb:
2.
Kolom neraca saldo
3.
Kolom jurnal penyesuaian
4.
Kolom neraca saldo setelah penyesuaian
5.
Kolom laba/rugi
6.
Kolom jurnal penutup
7.
Kolom neraca
Yang membedakan antara neraca lajur 10 kolom dan
neraca lajur 12 kolom adalah dibuatnya kolom Jurnal Penutup.
LAPORAN
KEUANGAN DAN KAS
A. Laporan keuangan
menurut standar akuntansi keuangan :
Laporan Keuangan adalah Laporan yang meliputi Neraca, Laba/Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Laporan Arus Kas & Laporan Arus Dana) dan Catatan atas Laporan Keuangan, Laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari Laporan Keuangan.
Tujuan Laporan Keuangan adalah menyediakan informasi keuangan yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu badan usaha yang dipergunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan didalam keputusan ekonomi.
Informasi keuangan akan bermanfaat bila dipenuhi ketujuh kualitas :
menurut standar akuntansi keuangan :
Laporan Keuangan adalah Laporan yang meliputi Neraca, Laba/Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Laporan Arus Kas & Laporan Arus Dana) dan Catatan atas Laporan Keuangan, Laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari Laporan Keuangan.
Tujuan Laporan Keuangan adalah menyediakan informasi keuangan yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu badan usaha yang dipergunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan didalam keputusan ekonomi.
Informasi keuangan akan bermanfaat bila dipenuhi ketujuh kualitas :
1.
Relevan
2.
Dapat dimengerti
3.
Daya uji
4.
Netral
5.
Tepat waktu
6.
Daya banding
7.
Lengkap
B. Konsep dasar yang mendasari
penyusunan prinsip akuntansi
1.
Prinsip biaya historis (historical cost principle)
prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetujui oleh kedua belah pihak yang tersangkut dalam transaksi.
prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetujui oleh kedua belah pihak yang tersangkut dalam transaksi.
2.
Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)
pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas isitilah pendapatan dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, di mana di dalam pendapatan termasuk juga pendapatan bunga, sewa, laba penjualan aktiva dan lain-lain.
pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas isitilah pendapatan dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, di mana di dalam pendapatan termasuk juga pendapatan bunga, sewa, laba penjualan aktiva dan lain-lain.
3.
Prinsip mempertemukan (matching principle)
prinsip mempertemukan adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan.
prinsip mempertemukan adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan.
4.
Prinsip konsistensi (consistency principle)
tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menunjukkan keadaan keuangan dan hasil kegiatan perusahaan dalam satu periode akuntansi. Agar tujuan tersebut tercapai, haruslah dipilih metode-metode dan prosedur-prosedur akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan.
tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menunjukkan keadaan keuangan dan hasil kegiatan perusahaan dalam satu periode akuntansi. Agar tujuan tersebut tercapai, haruslah dipilih metode-metode dan prosedur-prosedur akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan.
5.
Prinsip pengungkapan lengkap (full disclousure principle)
prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan.
prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan.
C. Kas
1.
Pengertian Kas :
Yaitu aktiva yang dimiliki & digunakan pada hampir semua perusahaan yang meliputi uang tunai (uang kertas ataupun uang logam) & kertas-kertas berharga yang dapat disamakan dengan uang, serta simpanan di bank yang dapat digunakan sewaktu-waktu (misal : Rek. Giro).
Yaitu aktiva yang dimiliki & digunakan pada hampir semua perusahaan yang meliputi uang tunai (uang kertas ataupun uang logam) & kertas-kertas berharga yang dapat disamakan dengan uang, serta simpanan di bank yang dapat digunakan sewaktu-waktu (misal : Rek. Giro).
2.
Komposisi Kas :
Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang, setoran ke bank, serta simpanan dalam bank atau tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu.
Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang, setoran ke bank, serta simpanan dalam bank atau tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu.
3.
Definisi Kas kecil :
Yaitu kas yang dibentuk perusahaan utk melakukan pembayaran / pengeluaran yang relatif kecil jumlahnya, seperti : by. Pos, telegram dsb.
Yaitu kas yang dibentuk perusahaan utk melakukan pembayaran / pengeluaran yang relatif kecil jumlahnya, seperti : by. Pos, telegram dsb.
INSTRUMEN KEUANGAN, KAS DAN
PIUTANG
Kas
dan piutang adalah asset keuangan dan disebut instrumen keuangan atau
liabilitas keuangan.
Standar yang mengatur :
Standar yang mengatur :
1.
PSAK 50 Instrumen keuangan :Penyajian
Revisi 2010
2.
PSAK 55 Instrumen keuangan : Pengakuan dan Penilaian Revisi 2010
3.
Psak 60 Instrumen Keuangan : Pengungkapan ()revisi 2010
A.
Asset keuangan terdiri dari :
1. Kas, baik dalam perusahaan
maupun di bank.
2. Instrumen ekuitas yang
diterbitkan oleh entitas lain. Biasanya dalam bentuk investasi dalam saham.
3. Hak Kontraktual
Aset
yang tidak berwujud. Nilai dari aset ini tergantung dari nilai arus kas/uang
yang akan kita terima dimasa yang akan datang.
Contoh asset keuangan :
Contoh asset keuangan :
a. Pinjaman / kredit yang diberikan oleh bank pada
perusahaan atau perorangan
b. ORI (Obligasi Ritel Republik Indonesia) oleh Bank
Indonesia
c.
Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan
d. Saham biasa yang diterbitkan oleh PT Telkom
e. Saham Preferen
B.
Entitas
dapat menghentikan keuangan jika :
1. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset
keuangan tersebut berakhir.
2. Entitas mentransm fer aset keuangan yang memenuhi
kriteria penghentian pengakuan.
C.
Referensi
menghentikan bunga pasar
1. Referensi
yang digunakan dalam menentukan tingkat bunga pasar adalah suku bunga yang
berlaku untuk piutang serupa dipasar.
2. Biasanya
suku bunga Risk Free ditambah risk premium.
3. Asumsinya:
jika uang tersebut diterima, entitas dapat memperoleh return sebesar return
yang diharapkan.
4. Untuk
piutang yang memiliki nilai wajar seperti wesel tagih, entitas dapat
menggunakan nilai wajar pada saat pengukuran awal dan menggunakan pengukuran
secara konsisten menggunakan nilai wajar.
5. Namun
jika tidak menggunakan nilai wajar saat pengakuan awal maka pada saat pengakuan
selanjutnya tidak boleh menggunakan nilai wajar.
6. Keuntungan/kerugian
akibat perubahan nilai wajar piutang disajikan dalam laporan laba rugi.
7. Perubahan nilai wajar tersebut mencerminkan tingkat bunga
yang sebenarnya belum tercatat sehingga dilaporkan dalam laba rugi.
D.
Penyebab
perbedaan saldo bank dengan saldo perusahaan
1. Penerimaan dilakukan oleh bank, belum diketahui oleh entitas.
Misalnya: pelanggan melakukan pelunasan piutang dengan transfer ke rekening bank, namun belum diberitahukan ke entitas. Maka penerimaan ini harus ditambahkan ke saldo kas entitas, jurnal penyesuaiannya dengan mendebit kas dan mengkredit piutang usaha/pendapatan (tergantung transaksinya)
Misalnya: pelanggan melakukan pelunasan piutang dengan transfer ke rekening bank, namun belum diberitahukan ke entitas. Maka penerimaan ini harus ditambahkan ke saldo kas entitas, jurnal penyesuaiannya dengan mendebit kas dan mengkredit piutang usaha/pendapatan (tergantung transaksinya)
2. Penerimaan yang diketahui oleh entitas tapi belum disetor
oleh entitas atau sudah disetor tapi belum terlihat dalam rekening koran bank.
Misalnya: setoran tanggal 31 Januari baru terlihat di rekening koran bank tanggal 1 Februari atau bulan februari. Penerimaan ini harus ditambahkan ke dalam rekening bank, karena kas tersebut sudah menjadi hak entitas. Penerimaan ini sudah dicatat entitas dan tidak perlu lagi jurnal penyesuaian
Misalnya: setoran tanggal 31 Januari baru terlihat di rekening koran bank tanggal 1 Februari atau bulan februari. Penerimaan ini harus ditambahkan ke dalam rekening bank, karena kas tersebut sudah menjadi hak entitas. Penerimaan ini sudah dicatat entitas dan tidak perlu lagi jurnal penyesuaian
3. Pengeluaran yang dilakukan oleh bank tapi belum namun belum diketahui
oleh entitas. Seperti beban adminstrasi bank, pembayaran angsuran, telepon yang
dilakukan dengan auto debet dari rekening bank. Pengeluaran ini harus
dikurangkan dari saldo kas entitas. Jurnal penyesuaiannya dengan mendebit beban
administrasi dan mengkredit kas.
4. Pengeluaran yang dilakukan oleh entitas tetapi belum
diambil oleh pemegang cek. Entitas
melakukan pengeluaran dengan mengeluarkan cek, tetapi pemegang cek belum
mencairkan cek tersebut. Cek tersebut
disebut cek beredar atau out standing cek. Cek ini menunjukkan kas bukan
lagi milik entitas. Saldo kas dalam
rekening bank harus dikurangkan sejumlah cek yang masih beredar untuk
mendapatkan saldo kas entitas yang sebenarnya. Tidak perlu dibuat penyesuaian
karena entitas telah mencatat transaksi ini
5. Kesalahan mencatat baik oleh bank maupun entitas.
Jika terdapat perbedaan nilai transaksi dengan bukti yang
sama, maka harus ditelusuri pihak mana yang melakukan kesalahan. Jika kesalahan
tersebut dilakukan oleh entitas maka dibuat jurnal penyesuaian untuk
memperbaiki kesalahan tersebut. Jika kesalahan dilakukan oleh bank maka entitas harus melaporkannya kebank
sehingga bank dapat menindaklanjuti dengan melakukan koreksi atas kesalahan
tersebut.
E.
Rekonsiliasi bank
Rekonsiliasi digunakan untuk kas yang ada dibank,dilakukan setiap akhir periode.
Tujuan Rekonsiliasi Bank :
Rekonsiliasi digunakan untuk kas yang ada dibank,dilakukan setiap akhir periode.
Tujuan Rekonsiliasi Bank :
1. Untuk mencocokkan antara pencatatan di perusahaan dengan
pencatatan yang dilakukan oleh bank yang mengelola uang perusahaan.
2. Rekonsiliasi dapat mengurangi potensi timbulnya kesalahan
pencatatan dan potensi hilangnya uang perusahaan.
3. Namun untuk tujuan pengendalian, rekonsiliasi dapat
dilakukan setiap bulan.
F.
Setara kas (kas ekuivalen) PSAK 2
Setara kas termasuk kategori instrumen keuangan. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid.
Agar dapat diklasifikasikan dalam setara kas harus memenuhi karateristik:
Dapat dikonversi menjadi kas pada jumlah tertentu tanpa risiko perubahan nilai dan jatuh temponya sangat dekat.
Contoh setara kas :
Setara kas termasuk kategori instrumen keuangan. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid.
Agar dapat diklasifikasikan dalam setara kas harus memenuhi karateristik:
Dapat dikonversi menjadi kas pada jumlah tertentu tanpa risiko perubahan nilai dan jatuh temponya sangat dekat.
Contoh setara kas :
1. Deposito dengan jangka waktu kurang dari tiga bulan serta
tidak dijaminkan. Dan instrumen pasar
uang yang diperoleh dan akan dicairkan dalam jangka waktu kurang dari tiga
bulan.
2. Saham tidak termasuk dalam instrumen keuangan, karena
saat dijual tidak diketahui jumlah kas yang akan diterima saat dijual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar